Postingan

Apa yang Kamu Cari?

#ElsaReview Pulang Tere Liye

Gambar
finally setelah melewati ujian terbesar di Indonesia, kali ini mencoba mengumpulkan niat lagii untuk menulis. masih sama seperti sebelumnya, Tere Liye masih termasuk penulis favorit yang kisahnya selalu ngena di hati saya. mengapa? karena beliau selalu membahas kisah di rumah, perkampungan, sekolah, hidup yang seperti nyata adanya. dan tentang kepulangan, selalu ada part yang menyenangkan, tetapi sekaligus menyedihkan. novel ini saya baca ketika masih merantau di kota orang, jadiii kebayang ngga tuh kerasanya sendirian di kota orang hmm. baiklah, bismillah kita mulai resensinya ya.





judul : pulang
penulis : tere liye
jumlah halaman : 400 hal
penerbit : republika
tahun terbit : 2016


SINOPSIS “Aku tahu sekarang, lebih banyak luka di hati bapakku dibanding di tubuhnya. Juga mamakku, lebih banyak tangis di hati Mamak dibanding di matanya.”Sebuah kisah tentang perjalanan pulang, melalui pertarungan demi pertarungan, untuk memeluk erat semua kebencian dan rasa sakit.Novel ini berkisahkan tentang se…

Day 18: Mudik Dulu VS Sekarang

Gambar
Kalau ditanya cerita mudik, sebenarnya bingung sih mau ceritain part yang mana hehe 🤣
Saya dan keluarga menghadapi mudik belakangan ini lebih fleksibel mengikuti keadaan. Terkadang setelah selesai sholat eid fitri baru mudik, atau bahkan hari kedua. Itu semua berubah sejak kami punya mobil dan jadwal keluarga yang super padat.

Sebelumnya, keluarga kami kudu prepare paling tidak 3 minggu sebelum lebaran untuk merencanakan mudik ini. Bukan ke luar kota yang membutuhkan tiket memang, cukup via darat saja. Tapi ya namanya anak sekolah, kudu prepare segala macem. Mulai dari beli ATK, baju lebaran, kue lebaran dirumah, semua dipersiapkan sebelum mudik.
Kampung kami berkisar 4-5 jam dari rumah. Alhamdulillahnya sudah ada jalan tol sekarang, jadi hanya membutuhkan 2,5-3 jam saja diperjalanan. So, thank you pak Jokowi :pray:
Perjalanan mudik ketika kecil memang udah banyak yang lupa, mungkin karena enggak ada yang berkesan hahaha cuma seinget saya dulu kalau mau mudik itu kita kudu pergi ke termi…

Day 15: Review Glee Lipstik Instraperfect Wardah

Gambar
Dari awal mengerti permake-up-an nyoba nya emang wardah, mulai dari bedak, lipmatte, dengan slogan Halalnya dan brand ambassadornya yang bikin pengen beli produknya emang racun banget nih produknya wardah.

Setelah launching produknya. Saya memang belum begitu tertarik. Masih sabar menunggu kapan ini produk di jual di pasaran. Maklumlah, bukan beauty anthusiast apalagi beauty blogger. Calm down sedikit, sampai akhirnya saat produknya udah terjual di outletnya. Saya langsung cuss ke sana dan merasa tersihir oleh instaperfect ini. Packagingnya emang bener-bener 3D-art gitu. Berasa hologram. Dan memang mengikuti zaman banget.

Berhubung bibir saya yang warnanya pink gitu, saya milih GLEE 01, karena kalau warna lain terlalu soft bahkan bold di bibir saya. Jadi yaaa cari aman aja warnanya. Lagian semakin bagus warnanya di bibir enak di blender dengan warna lain hihi dasar enggak mau rugi xD ada 4 warna lipstik di series instaperfect ini.

Pas dibuka, hiya hiyaaaa, LUCU BANGET DAH GEMESH. Botolny…

Day 14: THR with Zerowaste

Gambar
Belakangan gencar banget tentang zerowaste. Tapi tau enggak sih kita zerowaste itu apa? Zerowaste seyogyanya adalah lifestyle seseorang yang lebih mementingkan kualitas akan sesuatu dibandingkan kuantitas dan berpaku pada lingkungan sekitarnya. Beberapa kali mungkin akan kebobolan juga, tapi ya namanya usaha gapapa ya. Hidup nol sampah emang sesuatu yang enggak mungkin banget sih. Cuma setidaknya kita bisa mengurangi.

Menyadari kalau apa yang sudah kita lakukan itu termasuk menzholimi lingkungan dan diri kita sendiri. Zerowaste mau tidak mau memaksa kita untuk selalu belajar tentang lingkungan. Termasuk tentang THR. Nah gimana sih sebaiknya THR itu digunakan? Apakah dihabiskan saja? Toh, mumpung setahun sekali kan. Tapi kalau dana darurat belum terkumpul masa iya mau foya-foya?


Yaaa hidup enggak jauh dari hidup senang dan susah. Dan sebenarnya kita sendiri yang mengaturnya. Artinya perhatikan lagi prioritasnya. Jangan memaksakan agar mertua tidak komentar, atau tetangga jadi lebih senen…

Day 13: Gaya Rambut Anti Ribet

Gambar
Sebagai hijabers gaya rambut emang enggak begitu saya pedulikan. Kenapa? Toh kan yang melihat juga cuma orang tertentu aja hehe. Cuma beberapa penjelasan ini adalah gaya rambut yang sudah pernah saya coba~ yuk di simak, manatau bisa jadi referensi untuk kita semua! Hehehe


Pertama, bob.
Sebagai pecinta rambut pendek. Saya kurang suka dengan model yang macem-macem aka ribet. Jadi pengennya ya sekalian aja enggak usah diikat lagi gitu kan. Pakai jilbab langsung plek terpakai. Enggak ada alasan gerah, dsb. Kalau mau keramas juga lebih hemat hihi tapi selain kelebihan di atas, terkadang ada juga kelemahannya. Sebagai anak yang berambut hitam pekat lebat, lurus, rambut saya sangat licin jika dipakaikan jilbab. Alhasil kudu pakai ciput ninja wkwkwk kalau enggak pakai bando, biar rambutnya enggak turun-turun ke bawah. Tapi ini memang balik lagi tergantung jenis hijabnya ya. Kalau bahan silk atau yang lemhut banget itu biasanya dia enggak cocok di kepala saya. Bakalan turun ke bawah poni nya say…

Day 12: Mayoutfit, Olshop Rekomen untuk Baju Tunik

Gambar
Cewek kalau ditanya hobinya apa? Ya makan, jalan-jalan, kalau enggak ya belanja cantik dong ya sis? Of course. Untuk kamu semua yang masih kuliah atau kerja gitu pasti butuh outfit yang selo, bisa dipakai di acara formal, non formal dan dengan harga yang terjangkau? Tapi suka bingung enggak sih belanja dimana terlebih untuk yang modelnya Tunik? Kenapa harus tunik? Sebagai cewek dengan badan kecil kayak anak SMP padahal umur udah 2x, kalau cari baju versi gede gitu biar badan agak berisi aja hehe.

Awalnya saya termasuk orang yang enggak mau ribet. Sekarang juga gitu sih hehe. Kalau bisa tuh kalau beli baju yaudah itu terus dipakein sampai lusuh, atau kalau bosen ya disumbangin ke orang lain. Di awal-awal merantau agak kelimpungan, apalagi di Bandung banyak banget brand yang menjejelkan jualannya dengan berbagai cara. Apalagi dengan maraknya olshop huaaaa uang semakin terkuras. Untuk menghindari itu biasanya saya kalau belanja di high season, dimana banyak diskon bertebaran, kalau mau ca…

5 Tips Belajar untuk Introvert! (Ruangguru 2)

Gambar
Bismillah.
Menurut Wikipedia, pengelompokan introvert dan ekstrovert dicetuskan oleh Carl Jung (1920), dalam bukunya yang berjudul Psychologische Typen. Ekstrovert artinya seseorang yang mendapatkan gairah melalui interaksi sosial, dengan kepribadian yang terbuka, senang bergaul serta peduli kepada lingkungan sekitar mereka. Sedangkan introvert justru sebaliknya. Mereka cenderung sebagai seorang yang pendiam, dan lebih nyaman jika dalam keadaan sendiri. Sedangkan ambivert merupakan perpaduan antara keduanya. Ketiga kepribadian ini berbeda dalam hal mengambil keputusan, interaksi sosial, respon terhadap manusia, dan komunikasi verbal non-verbal serta respon sosial lainnya. Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Ekstraversi_dan_introversi
Saya tidak dapat memutuskan apakah saya seorang introvert atau bukan. Namun, ketika mengikuti tes di MBTI, dari 16 karakter yang ada. Saya termasuk ke dalam ISTJ. Kamu bisa mencari tahu juga termasuk ke dalam golongan apa. Gratis! Klik saja link ini yaa! 

5 Alasan Mengapa Memilih Ruangguru!

Gambar
Bismillah.
Kita semua berhak mendapatkan pendidikan yang layak, right? Sesuai dengan UUD 1945 No 31 ayat 1, "Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan...". Jadi, mau kamu berada di daerah pelosok sana, mau kamu orang kaya miskin, introvert apalagi ekstrovert, kamu berhak berpendidikan!


Saya adalah orang yang ke mana-mana lebih senang sendiri dan tidak suka dengan hiruk pikuk keramaian. Belajar merupakan hal penting yang harus penuh rasa fokus agar materinya bisa saya pahami. Termasuk ke dalam anak audio-visual, saya lebih fokus ketika mendengarkan dan melihat langsung gambarnya. Dan kalau memilih salah satu, saya bisa audio ataupun video. Kurang begitu suka dengan kegiatan yang membutuhkan keterampilan kinestetik seperti olahraga, dsb. Saya lebih suka membaca dan menulis.
Sebelumnya sebelum ada media belajar berbasis online, saya selalu didaftarkan orang tua untuk menempuh pendidikan non-formal melalui bimbingan belajar biasa. Dan biayanya super WOW. Namun alhamdulillah…